#3 Kebiasaan yang Harus Hilang agar Produktif
"Do all that you can to raise your productivity,
because in
the long run, that's what matters most."
![]() |
| Gambar 1. Melakukan presentasi |
Produktif adalah kata yang cukup sering terucap di tahun 2017 ini. Tendesinya adalah ke prestasi. Memanfaatkan waktu dengan baik sehingga memiliki prestasi diri yang melimpah. Produktif juga dianggap sebagai kunci dari kesuksesan dalam karir dan kebahagiaan hidup. Begitu anda produktif, anda akan mengetahui apa dan bagaimana suatu pekerjaan harus diselesaikan, sehingga as a result anda tidak harus was-wasan yang tidak berdasar. Segala proses pekerjaan dan hidup yang bahagia akan didapatkan jika diri kita memiliki sikap produktif.
Namun, sesungguhnya, MENJADI PRODUKTIF ITU SULIT.
Sulitnya seperti apa? seperti ingin membuat telor mata sapi yang sempurna. Sulit, bukan? Enggak? well, bagi saya itu terasa sangat sulit. Karena sulitnya minta ampun, sering kali, kita cari informasi bagaimana cara menjadi produktif. Hasilnya? Kita menemukan cara-cara dan tips menjadi produktif, contoh dengan membuat timeplanner, konsisten, dan berbagai hal abstrak nan positif lainnya. Ada satu cara yang sebenarnya jauh lebih efektif untuk menjadi produktif, yaitu, kenali apa yang membuat orang jadi tidak produktif dan jauhi hal-hal itu. Daripada sibuk mencari cara bagaimana menjadi produktif, alangkah lebih baik kita mengenal tentang apa yang membuat kita menjadi tidak produktif kemudian menghindari hal-hal tersebut.
1. Bekerja terlalu berlebihan
Sesekali bekerja 12-13 jam per hari mungkin dapat kita lakukan. Datang ke kantor jam 8 pagi, pulang jam 12 malam, atau mungkin lebih. Bekerja terlalu larut hingga akrab dengan petugas keamanan yang shift-nya malam. Brainstorming tentang rencana proposal tender perusahaan air ternama di Batam. Ada kalanya kita semua bisa lakukan itu. Tapi ingat: sesekali.
Akan selalu ada crash bagi orang yang setiap hari kerja berlebihan. Tidak tepat waktu pengiriman berkas. Lewat dari deadline. Berujung pada stress. Semangat untuk membuat pekerjaan selesai pun berganti menjadi rasa muak dan tidak ingin pekerjaan itu selesai (diselesaikan).
Yes... yes.. yes, i know dude. We all want our career growing fast, right? Ambisi memang baik, tapi jangan sampai dikendalikan oleh ambisi.
lebih lanjut: Kenali batasan diri, batasan pekerjaan, dan batasan deadline. Yang paling terpenting? Jadilah sabar.
2. Terlalu banyak khawatir
Gimana kalau performaku bulan ini jelek? Bagaimana kalau semua orang ga suka sama aku? Bagaimana kalau bos tersinggung tentang apa yang aku bilang tadi siang ketika rapat? Bagaimana kalau aku dipecat? Siapa lagi yang kan mau peduli sama aku? Bagaimana kalau dia tidak lagi cinta aku?
Cukup dengan semua gundahan yang ga jelas.
Jauhi semua kalimat pertanyaan "Kalau... kalau... kalau....." yang mengganggu pikiran. Sikap terlalu khawatir ini semuanya berasal dari egois diri. Sebagian besar cenderung pada kalimat "Bagaimana jika aku....."
Aku pun pernah mengalami semua hal itu, was-was an gak jelas. Tapi kemudian aku tau sesuatu bahwa:
Worrying too much on things makes me suffer twice.
So get up, stop worrying, and do something useful.
3. Tidak mencintai diri sendiri
"Aku tidak berharga..."
"Apa yang bisa aku lakukan? Semua adalah kesalahanku"
"Tidak ada yang menyukai diriku karena aku bodoh."
Setiap manusia itu unik. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Adalah hal yang tepat jika kita memaafkan diri kita akan segala kekurangan diri dan semangat bekerja untuk memperdalam kelebihan diri. Berbahagia dan berbangga hatilah terhadap diri kita sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?
Sebagai kesimpulan
Untuk menjadi seseorang yang produktif dibutuhkan kejelian untuk mengenali hal-hal apa saja yang membuat diri kita menjadi tidak produktif. Pada akhirnya, ketika kita berkeinginan kuat untuk menjadi pribadi yang produktif, maka kita harus buat aturan untuk diri sendiri. Contohnya seperti aturan untuk tidak pernah mengeluh, selalu berpikir positif terhadap sesuatu, selalu analisis berbagai dimensi sebelu memutuskan sebuah masalah, dan lain lain. Dengan membuat aturan-aturan that suit to yourself, kita akan mempunyai sebuah sistem kerja di dalam kebiasaan kita. Dan........... Voila! Tanpa disadari, anda akan menjadi pribadi yang produktif.
Lihat artikel selengkapnya melalui Business Insider.

Comments
Post a Comment